
Halmahera – Hari Bumi Sedunia diperingati oleh berbagai kalangan di sejumlah tempat. Tak terkecuali yang dilakukan oleh PT Gelora Mandiri Membangun (GMM) salah satu unit bisnis KORINDO Group yang beroperasi di desa Gane Dalam, Halmahera Selatan, Maluku Utara pada Minggu (21/4) kemarin.



“Dalam acara memperingati Hari Bumi Sedunia, kami yang berada di timur Indonesia ini mengadakan kegiatan Go Green yang bertajuk Kepedulian Lingkungan dengan melakukan Pembersihan Lingkungan dan Pesisir Pantai,” kata Akmal, Manager HRD GA PT GMM.
Pada acara tesebut, GMM melibatkan berbagai kalangan seperti karyawan dan karyawati PT GMM, kepala desa, Babinsa, serta masyarakat yang ada di Desa Gane Dalam.
“Melalui kegiatan CSC/CSR yang dilakukan secara bergotong-royong ini diharapkan dapat ikut menciptakan lingkungan yang baik, dengan pemukiman pesisir pantai yang tetap terjaga kebersihannya sehingga tercipta rasa nyaman dan lingkungan yang sehat,” tambah Mahdi M. Nur, Koordinator Humas dan CSC PT GMM.
Section
Hari Hutan Indonesia adalah wadah dan gerakan publik, hari untuk semua orang Indonesia. Hari Hutan Indonesia (HHI) yang diperingati setiap 7 Agustus diharapkan menjadi momentum untuk semakin menggaungkan kampanye pelestarian hutan di Indonesia, menurut beberapa perwakilan Konsorsium HHI.
“Pada dasarnya Hari Hutan Indonesia adalah wadah dan gerakan publik, hari untuk semua orang Indonesia. Siapapun dapat bergabung dan bergerak dalam HHI, termasuk kami ber-26 organisasi yang sepakat untuk berkolaborasi dan bergotong royong membuat kampanye yang lebih besar lagi selain kerja masing-masing di organisasi kami,” jelas Christian Natalie selaku salah satu Steering Committee Konsorsium HHI dan perwakilan dari Hutan Itu Indonesia dalam keterangan resmi Hari Hutan Indonesia yang diterima di Jakarta, Jumat.
Sejak tahun 2020, peringatan Hari Hutan Indonesia dirayakan setiap 7 Agustus, yang dipilih sebagai momen refleksi disahkannya Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2019 mengenai Penghentian Pemberian Izin Baru dan Penyempurnaan Tata Kelola Hutan Primer dan Lahan Gambut.
Tahun ini perayaan akan mengambil tema “Kita Jaga Hutan, Hutan Jaga Kita” dengan sudah terbentuk pula koalisi yang merupakan perwakilan publik inisiator peringatan HHI sebanyak 26 organisasi dan dinamakan Konsorsium HHI.
Christian mengatakan bahwa harapan besar dalam perayaan HHI adalah semakin banyak masyarakat dan organisasi lain dapat berpartisipasi merayakan dengan cara masing-masing untuk memastikan kelestarian hutan Indonesia.
Sampai saat ini melalui situs harihutan.id sudah terdata 60 lebih kolaborator dari berbagai organisasi, serta lebih dari 660 sukarelawan yang bergabung. Peringatan HHI sendiri diisi dengan berbagai kampanye, seperti penggalangan donasi, peluncuran pameran virtual.
“Kesuksesan peringatan HHI 2021 ini membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak untuk bergotong royong menggaungkan kampanye pelestarian hutan Indonesia,” ujar Luluk Uliyah dari Yayasan Madani Berkelanjutan, yang merupakan salah satu anggota Konsorsium HHI.
Dia menjelaskan bahwa dari data Madani, luas hutan alam dan hutan tanaman pada 2019 adalah sebesar 93,9 juta hektare atau 49,3 persen dari total daratan. Dia menegaskan luas itu terlalu besar untuk hanya dijaga oleh pemerintah atau segelintir kelompok saja.
“Bangsa ini butuh lebih banyak lagi penjaga hutan dengan aksinya masing-masing apapun latar belakang, profesi, daerah tempat tinggalnya, jadi kami membuka ruang kolaborasi semua pihak untuk dapat berinovasi di dalam peringatan ini,” demikian Luluk.
Peringatan Hari Bumi Sedunia
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul menyelenggarakan Peringatan Hari Bumi Sedunia. Acara dimulai dengan gowes/bersepeda yang melibatkan beberapa komunitas gowes di wilayah Yogyakarta dengan jumlah sekitar 150 goweser, dimulai pukul 6.30 dari Pendopo Parasamya Kabupaten Bantul dan Finish pada 8.30 di obyek wisata Setren Opak, Karangploso, Sitimulyo, Piyungan. Undangan sebanyak 400 orang yang terdiri dari Forkompinda, Pimpinan DPRD, OPD se-Kabupaten Bantul, Unsur PKK, Camat se-Kabupaten Bantul, BUMN/BUMD,
Perguruan Tinggi, Sekolah Adiwiyata, Saka Kalpataru, Pimpinan Organisasi dan Komunitas Gowes Yogyakarta. Dalam laporan penyelenggara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa tujuan dari acara adalah untuk menyadarkan dan meningkatkan perhatian masyarakat akan pentingnya mencintai alam, merealisasikan kebijakan perlindungan spesies yang terancam punah dan memunculkan gerakan global untuk mencintai alam, juga memasyarakatkan penggunaan sepeda sebagai moda transportasi ramah lingkungan dan menyehatkan.
Hal tersebut dipertegas oleh Bupati Bantul dalam sambutannya yang menekankan bahwa kita semua harus menjaga dan menyayangi bumi dengan cara menjaga dan tidak merusaknya. Setelahnya diadakan juga penyerahan bibit tanaman secara simbolis dan penanamn pohon oleh Bupati Bantul. Selain itu untuk memeriahkan acara, dilakukan pembagian doorprize dengan hadiah utama sepeda, 3 diantara hadiah utama sepeda disponsori langsung oleh Bupati Bantul secara spontan.
Hari Bumi Sedunia atau Earth Day dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Tahun ini Hari Bumi Internasional jatuh pada Kamis, 22 April .
Sebagaimana dikutip dari laman Earth Day, Hari Bumi menandai hari lahir gerakan lingkungan modern pada tahun 1970. “Hari Bumi pada 1970 lalu menyuarakan kesadaran publik yang muncul tentang keadaan planet kita,” tulis Earth Day di laman resminya. Hari Bumi pertama kali dicanangkan oleh pengajar lingkungan Amerika Serikat Gaylord Nelson pada 1970.
Sejarah Hari Bumi dimulai pada tahun 1960 an hingga 1970an dimana pada saat itu Amerika Serikat sedang mengalami gejolak ekonomi dan politik. Ide Hari Bumi sebenarnya sudah muncul sejak awal 1960-an di Amerika Serikat, ketika orang-orang mulai sadar tentang efek pencemaran lingkungan. Isu pencemaran lingkungan ini juga diangkat dalam buku karya Rachel Carson berjudul Silent Spring yang terbit pada 1962. Buku ini berkisah soal bahaya pestisida di perdesaan Amerika. Beberapa tahun setelahnya, terjadi kebakaran besar di Sungai Cuyahoga, Cleveland yang disebabkan oleh pembuangan limbah kimia ke sungai.
Tragedi inilah yang kemudian mendorong orang untuk melindungi sumber daya alam. Pada 1969, mulai bermunculan aktivis peduli lingkungan yang fokus pada isu-isu pencemaran lingkungan berskala besar, seperti polusi udara yang disebabkan pabrik dan pembuangan limbah yang belum diatur secara ketat. Hanya sedikit masyarakat Amerika pada tahun itu yang mengenal istilah daur ulang. Senator Gaylord Nelson, yang terpilih di Senat AS tahun 1962, bertekad untuk meyakinkan pemerintah bahwa planet bumi berada dalam bahaya.
Pada 1969, Nelson kemudian menjadi salah satu orang yang mengembangkan gagasan Hari Bumi. Nelson mengumumkan konsep Hari Bumi di sebuah konferensi pers di Seattle pada musim gugur 1969. “Hari Bumi bisa terwujud karena respons spontan dari level akar rumput. Kami tidak punya waktu atau sumber daya untuk mengelola 20 miliar demonstran, ribuan sekolah dan komunitas lokal yang berpartisipasi. Itulah yang luar biasa dari Hari Bumi, ia mengorganisasikan dirinya sendiri,” kata Nelson, seperti dikutip dari History. Sejak saat itu, peringatan Hari Bumi terus tumbuh dan dikenal dunia.
Tema Earth Day 2021: “Restore Our Earth” Tema Hari Bumi 2021 adalah “Restore Our Earth” atau Pulihkan Bumi Kita. Sebagaimana dikutip laman earthday.org tema Hari Bumi tahun ini berfokus pada proses alam, teknologi hijau yang sedang berkembang, dan pemikiran inovatif yang dapat memulihkan ekosistem dunia. Tema “Restore Our Earth” tersebut menolak anggapan bahwa mitigasi atau adaptasi adalah satu-satunya cara untuk mengatasi perubahan iklim “Memulihkan Bumi kita bukan hanya karena kita peduli dengan alam, tetapi karena kita hidup di atasnya.
Kita semua membutuhkan Bumi yang sehat untuk mendukung pekerjaan, mata pencaharian, kesehatan & kelangsungan hidup, dan kebahagiaan kita. Planet yang sehat bukanlah pilihan – ini adalah kebutuhan,” demikian ditulis earthday. Lebih dari 1 miliar orang di 192 negara sekarang berpartisipasi dalam kegiatan Hari Bumi setiap tahun. Hari Bumi dijadikan peringatan sipil terbesar di dunia. “Hari ini, kami mengundang Anda untuk menjadi bagian dari Hari Bumi dan membantu aksi iklim lebih lanjut di seluruh dunia,” tulis earthday.








