Skip to main content

Bangun Perbatasan Jadi Terasnya Indonesia

By 1 April 2019Agustus 7th, 2023Berita Grup5 min read

Membangun usaha berbasis lingkungan, bukan sesuatu yang mudah. Apalagi jika dibangun di wilayah perbatasan yang infrastrukturnya belum memadai. Namun, di sisi lain juga terdapat kebutuhan bagi pemerintah dan masyarakat untuk membangun daerah perbatasan yang kini ingin dijadikan sebagai berandanya negara Republik Indonesia.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) telah menyusun beberapa program dan kebijakan untuk pembangunan daerah perbatasan. Citra wilayah perbatasan tak boleh dianggap sebagai dapur, melainkan sebagai beranda atau teras bagi negara. Sebagai daerah terdepan bagi rumah kita yang berfungsi menyambut tamu.

Salah satu program pemerintah adalah dengan mengajak pelaku usaha untuk berinvestasi di daerah perbatasan. Dengan meningkatnya investasi maka diharapkan sejalan dengan pembangunan daerah tersebut.

KORINDO menjadi salah satu contoh sukses dalam membangun investasi kondusif di daerah perbatasan, yakni di Boven Digoel dan Merauke, Papua. Meski masih minim infrastruktur, KORINDO sukses membangun usaha dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Kawasan Papua, merupakan salah satu daerah yang menjadi primadona dalam pengembangan industri kehutanan karena bentang alamnya yang luas, subur, dan kebanyakan masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Industri kehutanan menjadi penyumbang terbesar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Papua, selain industri pertambangan. Papua juga merupakan kawasan dengan kebudayaan yang juga masih sangat original sebagai salah satu kekayaan budaya nusantara.

Untuk itulah, KORINDO telah mengembangkan konsep industri yang ramah lingkungan melalui pembangunan bidang kehutanan dan perkebunan kelapa sawit. Melalui pembangunan industri tersebut Korindo berkontribusi menyerap tenaga kerja terutama di Papua yang telah menyerap 10.000 tenaga kerja.

Konstribusi lain berupa pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi berupa PAD, khusus untuk kabupaten Merauke dan Boven Digoel berkontribusi mencapai ±60%. KORINDO juga mendukung dengan mendirikan fasilitas pendidikan dan medis. Fasilitas medis tersebut diantaranya pembangunan Klinik Asiki, klinik modern yang berada di daerah pedalaman, pada tahun 2017 lalu Klinik Asiki mendapat predikat klinik terbaik di tingkat Papua versi BPJS Kesehatan.

Selain layanan utama yang disediakan langsung di klinik, Klinik Asiki juga melaksanakan program baru berupa “Mobile Service” ke kampung-kampung terpencil dan perbatasan di wilayah sekitar perusahaan yang berada di Kabupaten Boven Digoel, Papua. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan serta meningkatkan aksebilitas pelayanan medis untuk daerah. Sedangkan sasarannya ditujukan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan bayi atau balita di Kabupaten Boven Digoel.

Meraih Penghargaan Padmamitra Award  

Dalam melaksanakan komitmennya kepada masyarakat, KORINDO telah melakukan upaya-upaya untuk membangun masyarakat berkelanjutan di berbagai bidang melalui program-program Corporate Social Contribution (CSC/CSR). Upaya yang dilakukan ini sesuai dengan filosofi perusahaan yaitu membangun hubungan yang harmonis, menguntungkan, dan berkelanjutan antara masyarakat dan para pemangku kepentingan demi mencapai kemajuan dan kesejahteraan. Kegiatan CSC kami berfokus pada program-program yang strategis, sistematis, dan berkelanjutan melalui 5 pilar program utama, yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Lingkungan dan Infrastruktur.

Terbukti, Pada tahun 2018 KORINDO mendapatkan penghargaan Padmamitra Award melalui salah satu unit bisnisnya yang ada di Papua, PT Tunas Sawa Erma (TSE) dalam kategori penanganan keterpencilan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia. Padmamitra Award merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh negara kepada dunia usaha atas kontribusi dan perhatiannya kepada kondisi sosial masyarakat. Penilaian atas performa penerima penghargaan dilakukan langsung oleh Kementerian Sosial Indonesia bersama dengan Forum CSR Kessos.

TSE berhasil meraih penghargaan dalam penanganan keterpencilan melalui program pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). TSE dinilai telah secara konsisten berkontribusi dengan dedikasi tinggi dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui implementasi berbagai program Social Contribution (CSC/CSR) di bidang kesehatan.

 

Membangun Kehidupan Harmonis dan Berkelanjutan

Jejak keberadaan KORINDO memang sangat terasa di Asiki mulai dari pembangunan sarana ibadah, pemberdayaan ekonomi (Pasar, taman bermain, kebun masyarakat, pembangunan jalan, Balai latihan kerja, Rumah Sakit, dll) Pemerintah membutuhkan mitra seperti ini bukan hanya mengelola bisnis tetapi juga memberdayakan masyarakat.

Meski Asiki di dominasi oleh warga Kristen, namun nuansa harmonisnya penduduk di Kota kecil ini begitu terasa. Di Kota Asiki ini ada sebuah masjid yang di bangun oleh Korindo. Dengan kapasitas mampu menampung hingga 1.000 jamaah, masjid ini terbilang cukup besar dan senantiasa sangat penuh pada waktu solat Jumat. Tak ada bedanya dengan masjid-masjid di pulau Jawa yg dipadati ketika sholat Jumat. Masjid ini sangat lengkap fasilitasnya, mulai dari halaman yg luas, ada sekolah PAUD dan bahkan juga dilengkapi madrasah. Di samping masjid ini, bahkan dibangun taman yang sangat luas dan Indah sebagai tempat bermain anak anak dan warga Asiki. Terasa tak berada di Papua ketika berada di lingkungan ini.

Bagaimana kehidupan ekonominya? Pasar di Kota Asiki adalah wujud bergeliatnya ekonomi masyarakat disana. Di Kota Asiki ini, pasarnya sangat ramai. Ratusan Pedagang berbagai hasil pertanian menjajakan hasil perkebunannya dan pembelinya juga ramai. Dagangan yang di jajakan terlihat sangat segar. Selain hasil perkebunan, di pasar ini ada juga yang menjual tekstil, dan kebutuhan pokok lainnya.

Sejak berdirinya Korindo pada 50 tahun yang lalu, saat ini perusahaan ini terus berinventasi berkelanjutan guna mengembangkan usaha-usaha yang ada di perbatasan untuk beberapa dekade yang akan datang. Hal tersebut sebagai komitmen KORINDO dalam berusaha dan berkontribusi kepada Negara Indonesia dan wilayah Papua khususnya.