Skip to main content

Ketimpangan Ekonomi Semakin Nyata, Mengapa Tidak Berbagi?

By 18 April 2022April 21st, 2022Berita Grup3 min read

FOTO: Anak-anak melantunkan doa sebelum memulai kegiatan Charity Week Yayasan Korindo

JAKARTA, 18 April 2022 – Laporan BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi DKI Jakarta periode September 2021, yang dirilis pada Januari 2022 lalu menyebutkan bahwa terjadi peningkatan tingkat kesenjangan sosial antara penduduk kelas bawah dan kelas atas. Untuk memperkecil kesenjangan ini dan menjaga masyarakat kelas bawah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, khususnya kebutuhan pangan dibutuhkan program pemerintah atau program yang melibatkan swasta.

Peran pihak swasta menjadi penting dalam upaya pemerintah mempersempit jurang ketimpangan dan memulihkan ekonomi pasca pandemi karena kontribusi swasta dalam struktur ekonomi Indonesia yang mencapai 70%. Melihat besarnya persentase tersebut, maka tak heran jika berbagi menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat yang masih hidup dalam kekurangan.

Menyadari hal itu, Korindo Group melalui Yayasan Korindo membagikan bantuan kepada masyarakat lewat program Charity Week yang merupakan program kepedulian perusahaan bagi warga sekitar perusahaan.

Kali ini Yayasan Korindo membagikan 70 paket bahan makanan pokok kepada masyarakat prasejahtera dan yatim piatu, serta membagikan paket makanan bergizi untuk balita stunting di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan pada Senin (18/4). Paket bantuan tersebut di antaranya, sembako sebanyak 61 paket, makanan balita bergizi sebanyak 8 paket dan makanan bayi bergizi sebanyak 1 paket.

Photo: Manager of Korindo Foundation, Setiyono (second from left) and Head of Pengadegan Urban Village, Hifzillah (third from left) with the beneficiariesLurah Pengadegan Hifzillah yang turut hadir dalam Charity Week memberikan sambutan hangat atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Seperti kita ketahui terdapat adanya peningkatan harga dan juga belum berputarnya ekonomi secara baik, masyarakat perlu kita berikan stimulan agar mereka bisa beraktivitas secara normal dan berkecukupan di kehidupan sehari-hari terutama balita yang menjadi perhatian pembinaan posyandu kita,” ucapnya.

Ketimpangan ekonomi memang cukup terasa di area Kelurahan Pengadegan. Di antara gedung megah yang menjulang, terselip kehidupan warga yang masih jauh dari kata layak. Musripah adalah salah satu potret warga yang menjalani kehidupan itu.

Memasuki usia paruh baya, Musripah terpaksa harus bekerja sebagai buruh cuci demi memenuhi kebutuhan dirinya juga anak semata wayangnya. Di tengah harga bahan pokok yang merangkak naik, ia merasa pendapatannya semakin tidak cukup untuk menutup keran pengeluaran.

“Pendapatan saya sebulan tidak sampai 1 juta rupiah, untuk bayar kontrakan dan lain-lain rasanya kurang. Makanya dengan adanya kegiatan pembagian bantuan dari Yayasan Korindo, saya cukup terbantu. Saya bersyukur sekali,” tuturnya.

Manager Yayasan Korindo, Setiyono dalam kegiatan yang berlangsung di aula kantor Kelurahan Pengadegan itu berharap supaya bantuan yang disalurkan bisa mendatangkan manfaat bagi warga serta mendatangkan berkah bagi perusahaan. “Mudah-mudahan rahmat barokah bisa kita dapatkan dalam kegiatan program Charity Week. Program ini merupakan program kepedulian untuk warga sekitar perusahaan. Tahun ini dilaksanakan di Pengadegan. Semoga tahun berikutnya juga bisa dilakukan di tempat lain.”

Program Charity Week adalah program rutin dari Yayasan Korindo yang bertujuan untuk menjaga kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat di sekitar perusahaan khususnya selama menjalani bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri. (pr)