
Foto: Kegiatan donor darah menjadi momentum untuk berbagi manfaat dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Melalui partisipasi ini, karyawan turut menunjukkan kepedulian sosial serta semangat kemanusiaan dalam mendukung ketersediaan stok darah
JAKARTA – Yayasan Korindo melalui program Corporate Social Contribution (CSC) berhasil mengumpulkan 115 kantong darah dalam aksi donor darah yang digelar di Wisma Korindo, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok ini mengusung tema “A Simple Act, A Lifesaving Impact”.
Dari total 137 karyawan Korindo Group yang mendaftar sebagai peserta, 22 orang di antaranya dinyatakan tidak memenuhi kriteria medis. Kegagalan tersebut disebabkan oleh kondisi fisik yang belum memenuhi standar kelayakan donor, seperti kendala pada tekanan darah dan kadar hemoglobin (Hb).
General Manager Yayasan Korindo, Setiyono, menyatakan bahwa aksi ini merupakan agenda reguler perusahaan di sektor kesehatan. Selain untuk memfasilitasi karyawan dalam berkontribusi sosial, program ini juga ditujukan untuk mendukung kebugaran fisik para pekerja.


Foto: Setetes darah yang didonorkan hari ini dapat menjadi harapan bagi mereka yang membutuhkan. Melalui kegiatan donor darah yang digelar Yayasan Korindo bersama PMI Kota Depok, ratusan karyawan turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan yang memberi manfaat bagi banyak orang.
“Kami ingin mengajak karyawan untuk berkontribusi secara nyata dalam membantu sesama. Selain bermanfaat bagi penerima donor, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung kesehatan para pendonor,” ujar Setiyono.
Perwakilan medis PMI Kota Depok, dr. Xenilitiurahmi Rimadeirani, menegaskan bahwa pasokan darah dari sektor korporasi memegang peranan krusial. Menurutnya, PMI tidak bisa hanya bertumpu pada pendonor sukarela dari masyarakat umum untuk memenuhi kebutuhan darah yang tinggi.
“Kerja sama dengan perusahaan seperti ini sangat membantu ketersediaan stok darah. Jika hanya mengandalkan pendonor dari masyarakat umum, tentu jumlahnya masih belum mencukupi,” kata dr. Xenilitiurahmi.
Ia menambahkan, pemeriksaan skrining awal seperti tensi dan Hb bersifat wajib guna memastikan darah yang didonasikan berkualitas tinggi dan aman bagi pasien penerima.
Salah satu peserta yang lolos skrining, Dwijayanti Kusmayni dari Departemen IT Korindo Group, mengungkapkan motivasinya mengikuti aksi ini. Ia mencatatkan donor darah kelimanya pada kegiatan kali ini.
“Setelah donor, saya merasa badan menjadi lebih sehat. Saya juga berharap darah yang saya donorkan dapat bermanfaat bagi orang yang nantinya menerima,” kata Dwijayanti. (PR)








