Skip to main content

Menciptakan Ruang Kerja yang Inklusif Lewat Pemberdayaan Perempuan

By 22 Mei 2025Juli 2nd, 2025Berita Grup3 min read

Foto: Seorang pekerja perempuan di pabrik PT KABS mengoleskan lem pada selembar kayu

PANGKALAN BUN – Di tengah industri manufaktur yang selama ini identik dengan dominasi tenaga kerja laki-laki, PT Korindo Ariabima Sari (KABS) menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang kerja yang inklusif, setara, dan memberdayakan perempuan.

Bergerak di bidang pengolahan kayu di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah PT KABS memiliki ratusan pekerja aktif yang melibatkan kaum perempuan secara nyata di berbagai sektor. Mulai dari kegiatan administrasi yang bekerja dari balik meja, hingga pekerja lapangan yang menuntut ketelitian juga keterampilan.

Dalam lingkungan kerja yang mendukung, PT KABS bukan hanya tempat bekerja tapi juga tempat untuk bertumbuh dan belajar. Hal ini juga dirasakan oleh Ike Desi Sari Kusuma, seorang perempuan yang telah lebih dari satu dekade menjadi bagian dari KABS. Perjalanan karier Ike berkembang dari awal menginjakkan kaki di perusahaan. Saat ini, ia menjabat sebagai Staf Admin Produksi 2, posisi yang ia capai melalui proses panjang, penuh tantangan dan pembelajaran.

“Dulu saya memulai dari bekerja di lapangan, lalu perlahan belajar menjadi admin di bawah. Dari situ saya belajar banyak hal, berpindah-pindah bagian, sampai akhirnya saya dipercaya untuk menjadi admin di kantor. Itu proses yang panjang, tapi saya sangat bersyukur bisa berkembang di sini,”cerita Ike yang mulai bergabug di PT KABS sejak tahun 2011 lalu.

Satu hal yang membuat Ike bangga bekerja di PT KABS adalah perusahaan memberikan kesempatan yang terbuka lebar bagi perempuan. Di sini perempuan dipercaya untuk mengerjakan apa saja. Tidak hanya terbatas pada pekerjaan administratif, para perempuan juga diberi kepercayaan untuk menangani pekerjaan teknis. Keterbukaan dan dorongan dari perusahaan untuk maju, membuatnya merasa sangat dihargai serta diakui kemampuannya.

Foto: Keterbukaan dan dorongan dari perusahaan untuk maju, membuat karyawan PT KABS merasa sangat dihargai serta diakui kemampuannya, seperti contohnya Ike Desi Sari Kusuma yang telah bergabung selama satu dekade lebih di perusahaan.

Keterbukaan perusahaan juga diimbangi dengan pemenuhan hak yang sama antara karyawan perempuan dan laki-laki. “Misalnya hak cuti melahirkan tetap diberikan sesuai aturan, semua sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing,” tutur Ike.

PT KABS telah membuktikan bahwa kesuksesan perusahaan bukan hanya soal pemenuhan target produksi atau sebatas angka di neraca penjualan tapi juga soal siapa yang tumbuh bersama perusahaan tersebut. Dan bagi perempuan seperti Ike, KABS bukan hanya tempat bekerja, melainkan ruang untuk diberdayakan, dihargai, dan berkembang. (PR)