Skip to main content

Dunia Mengapresiasi Langkah Jokowi Menjaga Hutan

By 26 April 2018Oktober 14th, 2021Berita Industri3 min read

Pelestarian Lingkungan – Indonesia Pegang Teguh Perjanjian Paris

Foto : istimewa
Jadi Contoh – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya (tengah) pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Hujan Asia Pasifik (Asia Pacific Rainforest Summit/KTT APRS) ke-3, di Yogyakarta, Selasa (24/4). Indonesia kini dijadikan contoh bagi negara lain di dunia dalam mengelola hutan hujan tropis.

 

Upaya serius dan simultan selama lebih tiga tahun mengatasi karhutla dan memelihara hutan di Indonesia, membuahkan hasil. Dunia internasional banyak memberi pujian.

YOGYAKARTA – Dunia kini memberikan apresiasi yang tinggi pada upaya pemerin­tahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai berhasil dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) se­hingga menurunnya angka de­forestasi. Indonesia kini dijadi­kan contoh bagi negara lain di dunia dalam mengelola hutan hujan tropis.

‘’Indonesia telah melakukan pekerjaan terbaik, membawa negara-negara satu kawasan menjaga hutan yang semakin kritis dan menjalankan perjan­jian Paris dengan penuh komit­men. Secara pribadi saya ucap­kan terima kasih,’’ kata Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia, Josh Frydenberg, pada pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Hujan Asia Pasifik (Asia Pacific Rain­forest Summit/KTT APRS) ke-3, di Yogyakarta, kemarin. KTT ini berlangsung hingga Rabu (25/4).

KTT digelar guna mendu­kung Perjanjian Perubahan Iklim Paris serta mendorong pengurangan emisi gas ru­mah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan ini mengangkat tema Melindungi Hutan dan Masyarakat, Men­dukung Pertumbuhan Ekono­mi.

Delegasi dari sekitar 20 neg­ara pemilik hutan hujan tropis di Asia Pasifik hadir guna mem­bahas arah kebijakan pelestar­ian hutan hujan tropis dunia. Hutan hujan tropis terbentang seluas 740 juta hektare sepan­jang Asia Pasifik, dan berkon­tribusi penting memberi ke­hidupan bagi sekitar 450 juta manusia di dunia.

Beri Kontribusi

Hadir sebagai tuan rumah sekaligus pembicara kunci, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya. Menurut Siti, hutan Indonesia memberi kontribusi sebesar 17,2 persen dari tar­get NDC, yaitu mengurangi 29 persen emisi gas rumah kaca (GRK) pada 2030.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintahan Presi­den Jokowi telah melakukan berbagai langkah koreksi da­lam penyelamatan hutan hujan tropis, dan memegang penuh komitmen pada perjanjian Paris. Dalam tiga tahun terakh­ir, Indonesia berhasil mengu­rangi deforestasi dari 1,09 juta hektare tahun 2015 menjadi 0,61 juta hektare tahun 2016, dan 0,479 juta hektare tahun 2017. ‘’Kami berupaya menu­runkannya menjadi 0,45 juta hektare pada 2020, hingga 0,35 juta hektare pada 2030,’’ ung­kap Menteri Siti.

Target tersebut optimistis bisa dicapai, karena adanya kerja sama multipihak, mu­lai dari tingkat tapak hingga kerja bersama secara Nasion­al. Untuk mensejahterakan masyarakat sekaligus menjaga hutan tetap lestari, Indonesia kini menggencarkan program perhutanan sosial seluas 12,7 juta hektare. Melalui program ini terjalin kemitraan pemerin­tah dengan masyarakat melalui skema hutan tanaman rakyat (HTR), hutan kemasyarakatan (HKm), hutan desa (HD), hu­tan adat (HA), dan kemitraan kehutanan.

Menteri Siti Nurbaya di sela-sela KTT, menggelar berbagai pertemuan bilateral dengan delegasi negara-negara te­tangga. Menteri Siti bertemu de­ngan Menteri Lingkungan dan Energi Australia, Josh Fryden­berg, dengan Senior Minister of State, Ministry of Environment and Water Resources Singapu­ra, Amy Khor serta Minister of Primery Resources and Tour­ism Brunei Darussalam, Dato Ali Apong.