Korindo Group Raih Penghargaan Mitra Bhakti Husada Provinsi DKI Jakarta

By 14 September 2026September 28th, 2026Berita Grup3 min read

Foto: Penyerahan penghargaan dilakukan oleh Ali Maulana Hakim selaku Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Prov. DKI Jakarta, dan diterima oleh Mr. Sango Ha selaku General Manager Korindo Group

JAKARTA – Korindo Group meraih penghargaan Mitra Bhakti Husada (MBH) pada ajang Gebyar K3 Bidang Kesehatan yang berlangsung di Balai Kota DKI Jakarta pada Senin (14/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Korindo Group berhasil meraih penghargaan sebagai pemenang kategori K3 Perkantoran Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Penghargaan Mitra Bhakti Husada diberikan sebagai bentuk apresiasi atas upaya perusahaan dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Keikutsertaan Korindo Group dalam ajang ini juga tidak luput dari kolaborasi nyata dengan Puskesmas Pancoran dalam pilar kesehatan. Melalui berbagai program kesehatan, Korindo Group berkontribusi kepada masyarakat seperti sosialisasi kesehatan, pencegahan stunting pada ibu hamil, dukungan kampung siaga TBC, dan bina posyandu.

“Penghargaan ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Korindo Group sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan penerapan K3 dan membangun budaya keselamatan di lingkungan perusahaan,” ujar Mr. Sango Ha, General Manager Korindo Group.

Foto: Korindo Group meraih penghargaan Mitra Bhakti Husada (MBH) pada ajang Gebyar K3 Bidang Kesehatan

Penghargaan ini terdiri dari 5 kategori, yaitu Implementasi K3 Rumah Sakit, Implementasi K3 Fasyankes, Puskesmas Pembina Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK), K3 Perkantoran, dan Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP).

Pada kategori K3 Perkantoran, Korindo Group meraih juara 1, diikuti PT Toyota Astra Motor sebagai juara 2, dan PT SGS sebagai juara 3. Seluruh pemenang telah melalui tahap penjurian yang dilakukan secara berjenjang dan objektif serta melibatkan berbagai macam unsur.

Penilaian tidak hanya melihat dari kelengkapan administrasi tetapi juga memperhatikan komitmen pimpinan, kebijakan, dan program K3 di lingkungan tempat kerja, pengendalian faktor resiko, dan upaya promotif preventif, keterlibatan pekerja, serta keberlanjutan pemberlakuan budaya K3 di lingkungan kerja.

“Penghargaan ini tentu merupakan bentuk apresiasi atas komitmen dan juga praktik baik yang sudah dijalankan oleh pemenang dan peserta baik itu institusi, managemen, dan pimpinan dalam melindungi kesehatan kerja dan keselamatan para pekerja. Kami berharap hal ini bisa menjadi motivasi, pemacu untuk mempertahankan, meningkatkan kualitas penerapan K3,” ujar Ali Maulana Hakim selaku Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Prov. DKI Jakarta dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian bersama dalam penguatan K3. Di antaranya yaitu jajaran pimpinan di tempat kerja perlu mampu mengenali risiko, memperkuat prosedur keselamatan, menyediakan sarana perlindungan, serta memastikan seluruh pekerja memperoleh edukasi K3 yang memadai.

Menurutnya, lingkungan kerja yang sehat tidak hanya ditandai dengan aspek keselamatan fisik, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, dukungan psikologis, dan ruang komunikasi yang terbuka. Perlindungan juga perlu diperkuat bagi pekerja informal dan kelompok pekerja rentan agar seluruh pekerja memiliki akses yang setara terhadap layanan dan perlindungan K3.

Ali juga menekankan bahwa komitmen terhadap K3 perlu tercermin dalam kebijakan, penganggaran, pengawasan, hingga perilaku sehari-hari di tempat kerja. Dalam hal ini, pimpinan memiliki peran penting sebagai role model dalam membangun budaya keselamatan.

Selain itu, pemanfaatan data dan teknologi perlu terus didorong untuk memperkuat pemahaman terhadap risiko, pencatatan dan pelaporan kejadian, evaluasi program, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat. (PR)

Leave a Reply