Green Tomorrow Vol.3 Edition 5 2019

By 3 Juli 2019Oktober 11th, 2021Publikasi5 min read

Editorial

Salam Green Tomorrow,
Tahun 2018 sudah kita lewati bersama. Tahun tersebut merupakan tahun yang cukup berat bagi bangsa Indonesia. Bencana silih berganti. Gempa, tsunami, dan banjir bandang menerpa nusantara tercinta. Menguji kepekaan dan kepedulian antar sesama.

Melihat musibah tersebut, Korindo Group langsung tergerak untuk membantu korban bencana di seluruh pelosok tanah air seperti yang terjadi di Banten, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, hingga ke Papua. Sebuah kepedulian yang nyata dan luar biasa yang ditunjukkan sebuah entitas bisnis swasta nasional seperti Korindo Group ini.

Dalam edisi kali ini, Redaksi mengangkat topik penanganan bencana menjadi Ulasan Utama. Perkembangan pasca penyerahan bantuan terutama di bencana di Palu menjadi perhatian, sehingga Redaksi dapat menyajikan informasi perkembangan terkini mengenai korban dan bantuan yang telah disalurkan Korindo Group melalui Markas Pusat Palang Merah Indonesia.

Pembahasan lainnya di edisi 5 ini adalah prestasi PT DP dan PT BCA yang berhasil meraih sertifikasi ISPO dari Pemerintah, serta penghargaan-penghargaan lainnya yang diterima Korindo Group dari berbagai macam institusi.

Selain itu, Redaksi juga menampilkan beragam informasi menarik seputar kegiatan-kegiatan yang dilakukan Korindo Group terutama selama 6 bulan terakhir ini.

Menutup prakata, Redaksi kembali mengajak seluruh keluarga besar Korindo Group untuk tidak lekas berpuas diri dalam bekerja. Teruslah melakukan determinasi dan inovasi-inovasi baru untuk melakukan perubahan menuju kebaikan.

Semoga apa yang disajikan dalam Majalah Green Tomorrow Edisi 5 Volume 2, Tahun 2019 ini dapat memberikan manfaat. Selamat membaca.


Bantuan Plywood Korindo Dinilai Tepat Sasaran

JAKARTA – Masih teringat di benak kita tentang bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah pada akhir September 2018 lalu. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulteng, jumlah korban meninggal dan hilang mencapai 4.402 jiwa, dimana 2.685 jiwa meninggal dunia, 701 jiwa hilang dan 1.016 jiwa korban terkubur massal serta kerusakan konstruksi yang masif. Pada saat itu, Yayasan Korindo tidak tinggal diam. Bantuan bahan baku kayu lapis senilai Rp 7.000.000.000,- (tujuh miliar rupiah) segera disalurkan melalui Markas Pusat Palang Merah Indonesia (PMI).

Bantuan kayu lapis sebanyak 112.120 lembar ini pun juga dikirimkan langsung menuju ke Palu dengan menggunakan Kapal Asike Global milik Korindo Group pada akhir Oktober 2018. Bantuan ini diserahterimakan langsung oleh Vice Chairman Korindo Group, Mr. Kim Sang Jin bersama Sekretaris Jenderal Yi Sun Hyeong kepada Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Tengah di Pelabuhan Pantoloan, Palu.

Sekarang, enam bulan sudah berlalu sejak disalurkannya bantuan tersebut. Manfaat dari bantuan yang diberikan oleh Yayasan Korindo masih bisa terus dirasakan oleh masyarakat Palu hingga saat ini. Bantuan kayu lapis yang diberikan oleh Yayasan Korindo telah disalurkan untuk kembali membangun infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Berdasarkan informasi terbaru dari PMI, bantuan dari Yayasan Korindo digunakan untuk membangun hunian sementara (huntara) bagi para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan daerah lain sekitar Sulawesi Tengah. Sebanyak 15 unit dari 40 unit hunian sudah didirikan di Desa Sambo, Sigi, Sulawesi Tengah. “Bantuan dari Korindo sudah kami distribusikan ke daerah tersebut dan masih terus berproses/’ ujar Ridwan, Staf Humas PMI saat di temui Redaksi di kantornya pada akhir April lalu.

Ridwan mengakui, bantuan Yayasan Korindo paling banyak didistribusikan di daerah Sigi dengan persentase 45% karena daerah tersebut yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana. Pembangunan untuk hunian sementara ini diharapkan bisa rampung pada akhir Desember 2019.

Selain untuk membangun hunian sementara, bantuan kayu lapis atau plywood dari Yayasan Korindo juga digunakan untuk membuat perabotan rumah tangga dan juga perlengkapan untuk fasilitas umum. Berbagai perlengkapan seperti kursi, dinding, dan lantai telah dibuat dari kayu

lapis sumbangan Yayasan Korindo.

Berdasarkan keterangan resmi dari PMI, bantuan Yayasan Korindo ini setidaknya telah menolong 8,500 warga yang berada di 5 wilayah di Sulawesi Tengah. Bantuan berupa kayu lapis ini dinilai tepat sasaran, karena bisa membantu perkembangan infrastruktur.

“Jadi memang bantuan yang Korindo berikan sangat bermanfaat, karena kebutuhan besar di sana lebih pada sisi infrastruktur,” tutur Ridwan lebih lanjut.

Pihak PMI dan masyarakat Palu sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Yayasan Korindo. PMI mengungkapkan, di tengah keterbatasan material dan bahan baku karena proses distribusi yang masih cukup sulit, bantuan plywood dari Yayasan Korindo telah meringankan beban para korban untuk kembali menjalani kehidupan mereka sehari-hari.

Seperti yang sudah diwartakan sebelumnya, bantuan kayu lapis (plywood) dari Yayasan Korindo awalnya telah diserahkan secara simbolis oleh Ketua Yayasan Korindo yang sekaligus menjabat sebagai Senior Vice Chairman Korindo Group, Mr Robert Seung dan didampingi oleh Sekretaris Jenderal Yayasan Korindo, Mr Yi Sun Hyeong. Penyerahan itu dilakukan pada 11 Oktober 2018 lalu di Jakarta dan diterima langsung oleh Pelaksana Harian Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Prof. Dr. Ir. Ginandjar Kartasasmita.

“Ini adalah wujud kepedulian Korindo terhadap sesama. Semoga bantuan ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam proses pemulihan dan percepatan rekonstruksi,” ujar Mr Robert Seung di sela-sela acara penyerahan bantuan di Kantor Markas Pusat PMI Jakarta saat itu. [cka/ray/ymr/pr]