Unit Kehutanan Korindo Perkuat Perlindungan Pohon Lek Cenderawasih Kuning-Besar melalui Papua Conservation Bersama IPB University

By 14 September 2026Berita Grup3 min read

PT IA dan PT TTL memperbarui prosedur cruising (tahap inventarisasi pohon sebelum penebangan) berdasarkan hasil pemantauan riset untuk memastikan pohon lek teridentifikasi dan terlindungi dalam perencanaan kegiatan operasional.

FOTO: Tim peneliti mendokumentasikan Cenderawasih Kuning-Besar (Paradisaea apoda) yang sedang melakukan aktivitas display di Pohon Lek, Papua Selatan, dalam program Papua Conservation bersama Korindo Group dan IPB University.

JAKARTA – Unit usaha kehutanan Korindo Group, PT Inocin Abadi (IA) dan PT Tunas Timber Lestari (TTL), memperkuat perlindungan habitat Cenderawasih Kuning-Besar (Paradisaea apoda) di Papua Selatan melalui program Papua Conservation bersama IPB University.

Program yang berjalan sejak 2022 ini mencakup penelitian, pemetaan, dan pemantauan Pohon Lek, yaitu pohon yang menjadi lokasi krusial bagi Cenderawasih Kuning-Besar jantan untuk melakukan aktivitas display dalam menarik pasangan pada musim kawin. Penelitian dipimpin oleh Prof. Dr. Ani Mardiastuti bersama tim IPB University.

Dalam proses penelitian dan pemantauan, tim peneliti mengidentifikasi bahwa salah satu Pohon Lek yang teridentifikasi sebelumnya berada pada blok Rencana Kerja Tahunan, telah termasuk dalam kegiatan pemanfaatan hutan. Hal ini terjadi karena sebelumnya belum terdapat panduan teknis khusus maupun ketentuan tertulis yang mengatur perlindungan Pohon Lek dalam SOP operasional.

Temuan tersebut kemudian menjadi bahan evaluasi bagi PT IA dan PT TTL untuk memperkuat prosedur operasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyempurnaan prosedur cruising, termasuk identifikasi dan perlindungan Pohon Lek dilakukan sejak tahap inventarisasi awal.

Manager PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan) Korindo Group, Isok Winarjanto, pada Senin (14/9) mengatakan hasil penelitian menjadi masukan penting dalam penyempurnaan pengelolaan hutan.

“Hasil pemantauan memberikan masukan penting bagi kami. Temuan yang perlu diperbaiki kami tindak lanjuti melalui langkah korektif dan penyempurnaan prosedur,” ujar Isok.

Prosedur tersebut mengacu pada panduan teknis IPB University, “Panduan Sederhana bagi Masyarakat untuk Mengidentifikasi Pohon Lek Cenderawasih Kuning Besar”.

FOTO: Tim peneliti tengah memasang camera trap untuk memantau dan merekam keberadaan Cenderawasih Kuning-Besar di habitat alaminya, Papua Selatan.

Prosedur diawali dengan identifikasi pada musim berbiak Mei–September, menggunakan sumber suara sebagai petunjuk awal, kemudian dilanjutkan pengamatan langsung terhadap Cenderawasih Kuning-Besar dan aktivitas display. Lokasi dikonfirmasi sebagai pohon lek apabila ditemukan lebih dari dua individu jantan dewasa yang melakukan aktivitas display, baik bersamaan maupun bergantian.

Pohon lek yang terkonfirmasi kemudian dicatat dengan koordinat GPS, diberi plang konservasi, dan dikecualikan dari rencana kegiatan operasional dalam RKT untuk menjaga fungsi ekologisnya.

Untuk memperkuat penerapannya, belum lama ini tim IPB University melaksanakan sosialisasi dan pelatihan kepada manajer lapangan, tim cruising, dan staf ESG PT IA dan PT TTL.

Papua Conservation bersama IPB University menjadi wadah bagi kami untuk menggabungkan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman tim di lapangan. Pendekatan ini membantu kami memahami kawasan secara lebih baik dan meningkatkan kualitas pengelolaannya,” jelasnya.

“Perlindungan keanekaragaman hayati merupakan bagian penting dari pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Hasil pemantauan akan terus menjadi dasar evaluasi dan penyempurnaan praktik di lapangan,” tambah Isok.

Dalam Papua Conservation, PT IA dan PT TTL bersama IPB University terus mendorong pengelolaan hutan berbasis ilmu pengetahuan yang memperhatikan kelestarian lingkungan dan perlindungan habitat spesies endemik Papua. (*)

Leave a Reply