Section

Masyarakat menilai kehadiran Hutan Kota Pakansari, Bogor banyak memberikan manfaat. Tidak hanya lingkungan, warga sekitar juga merasakan manfaat ekonomi di area hijau tersebut.

Hutan kota ini sendiri merupakan bagian dari Corporate Social Contribution (CSC) Yayasan Korindo yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Yayasan Korindo dalam pengelolaannya mengajak beberapa warga untuk ikut mengurus.

Mereka dilibatkan pada kegiatan pemberian pupuk, pemotongan dahan bagian bawah hingga pengendalian gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan pepohonan. Salah satu warga yang terlibat, Hendrik, merasa sangat senang dilibatkan dalam pengelolaan tersebut.

Menurut pria 52 tahun itu, selain membantu dari segi pendapatan, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk ikut melestarikan lingkungan di tempat tinggalnya. “Saya senang bisa membantu di sini,” tegas Hendrik dalam sebuah keterangan tertulisnya kepada pada Rabu (17/3/2021).

Ke depannya, Hendrik berharap, area hijau yang terletak di depan Stadion Pakansari itu dapat semakin tumbuh subur sehingga bisa memberikan banyak manfaat untuk warga sekitar.

Di sini, hanya satu jenis pohon yang ditanam, yakni eucalyptus deglupta. Proses penanamannya dimulai pada 2019 di lahan seluas 2 hektare (ha). Hingga Februari 2021, jumlah pohon yang telah ditanam mencapai lebih dari 1.800 buah.

Sekretaris Jenderal Yayasan Korindo, Seo Jeong Sik memaparkan Hutan Kota Pakansari merupakan bentuk komitmen Korindo Group untuk ikut melestarikan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat setempat.

Sejak awal, pengelolaan sudah dilakukan bersama dengan masyarakat setempat dengan tetap dipantau dari Yayasan Korindo.

“Kami mengajak beberapa warga untuk mengurus bersama-sama,” kata dia.

Dengan pengelolaan yang intensif, pepohonan eucalyptus deglupta di Hutan Kota Pakansari tumbuh subur. Khususnya pohon yang ditanam kali pertama di bagian terdepan. Bahkan, pertumbuhan beberapa batang pohon yang dikenal dengan sebutan pohon pelangi ini telah melampaui target.
Seo Jeong Sik memperkirakan, tinggi beberapa pohon saat ini sudah mencapai tujuh meter. “Kami menargetkan pertumbuhan pohon-pohon ini lima meter dalam satu tahun, namun banyak yang sudah lebih tinggi dari itu,” ungkapnya.

Menurutnya, masih banyak potensi manfaat yang bisa diciptakan dari keberadaan Hutan Kota Pakansari. Misalnya, saat pepohonan sudah tumbuh semakin subur, area ini dapat menjadi daerah resapan air. Pasalnya, eucalyptus deglupta memiliki karakteristik akar yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Di sisi lain, hutan ini dapat dimanfaatkan sebagai area rekreasi masyarakat sekitar.
Yayasan Korindo akan menyerahkan hutan kota ini kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada November 2022. “Jadi, selama tiga tahun ini (2019-2021), kami akan kelola dulu untuk diserahkan ke Pemkab pada November 2022,” tutup dia.

Pembuatan hutan kota di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi oase bagi masyarakat di tengah maraknya hunian. Area pepohonan yang dibangun di lahan seluas 2 hektare ini telah memberi manfaat ekologi dan ekonomi. Salah satu manfaat yang sudah dirasakan adalah pemberdayaan masyarakat sekitar. Baca juga: Bupati Bogor Tak Rela Stadion Pakansari Jadi Lokasi Tes Massal Covid-19 dan Tawarkan Solusi Lain Yayasan Korindo dan Pemerintah Kabupaten Bogor mengajak beberapa warga sekitar untuk ikut mengurus 1.800 pohon jenis Eucalyptus deglupta atau pohon pelangi. Seorang warga sekitar, Hendrik (52) menyampaikan bahwa dirinya merasa senang dapat dilibatkan dalam pengelolaan Hutan Kota Pakansari. Hendrik mengatakan, ia merasa beruntung karena dipilih menjadi satu di antara sekian warga yang diberdayakan oleh Korindo dan pemerintah. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Ia mengaku dilibatkan dalam kegiatan pemberian pupuk, pemotongan dahan bagian bawah hingga pengendalian gulma yang berpotensi mengganggu pertumbuhan pepohonan. “Saya senang bisa membantu di sini,” ucap Hendrik saat ditemui, Selasa (16/3/2021.

Selain membantu dari segi pendapatan, menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk ikut melestarikan lingkungan di tempat tinggalnya. Terlebih, fungsi ruang terbuka hijau di perkotaan sebagai kantong resapan air, serta mampu menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem perkotaan. Pria paruh baya ini berharap, ke depannya area hijau ini dapat semakin tumbuh subur, sehingga bisa memberikan banyak manfaat untuk warga sekitar. “Hanya ada satu jenis pohon yang ditanam, yakni Eucalyptus deglupta. Per Februari, jumlah pohon yang telah ditanam mencapai lebih dari 1.800 buah,” ujar dia.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Yayasan Korindo Seo Jeong Sik mengatakan, Hutan Kota Pakansari merupakan bentuk komitmen Korindo Group untuk ikut melestarikan lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat stempat. Sejak awal, dia menyebutkan, pengelolaan sudah dilakukan bersama dengan masyarakat setempat dengan tetap dipantau dari Yayasan Korindo.

Dengan pengelolaan yang intensif ini, pohon pelangi di Hutan Kota Pakansari tumbuh subur, khususnya pohon yang ditanam pertama kali pada bagian terdepan dari hutan kota. “Kami menargetkan pertumbuhan pohon-pohon ini 5 meter dalam satu tahun. Namun banyak yang sudah lebih tinggi dari itu,” tutur dia. Selain pengelolaan yang maksimal, banyak faktor lingkungan yang menyebabkan pepohonan dapat tumbuh subur, seperti sinar matahari dan intensitas hujan.

Manfaat yang kini juga mulai banyak dirasakan adalah pemanfaatan ilalang untuk pakan ternak. Pada bagian belakang Hutan Kota Pakansari terdapat area yang sulit menyerap air. Ketika hujan turun, air kerap menggenang di sekitar pepohonan dan ilalang tumbuh dengan cepat. Meski berpotensi mengganggu pertumbuhan pohon, Yayasan Korindo tetap melakukan pengendalian gulma secara selektif. Tujuannya, agar masyarakat sekitar dapat memanfaatkannya untuk pakan ternak. “Warga yang punya kambing atau sapi bisa memotong rumput di sini untuk pakan ternak mereka,” ucap dia. Ia menambahkan, masih banyak potensi manfaat yang bisa diciptakan dari keberadaan Hutan Kota Pakansari.

Misalnya, saat pepohonan sudah tumbuh semakin subur, area ini dapat menjadi daerah resapan air. Pasalnya, pohon pelangi memiliki karakteristik akar yang mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Di sisi lain, Hutan Kota Pakansari dapat dimanfaatkan sebagai area rekreasi masyarakat sekitar. Tajuk yang rindang dari pohon pelangi ini memungkinkan pengunjung dapat berolahraga maupun sekadar bersantai di bawahnya. Warna batang yang menampilkan gurat warna-warni menambah rasa nyaman secara visual. “Yayasan Korindo akan menyerahkan hutan kota ini pada Pemerintah Kabupaten Bogor pada November 2022. Jadi, selama tiga tahun ini, kami akan kelola dulu,”.